Pengertian Inflasi Dalam Ekonomi

Posted on

Pengertian Inflasi – Materi sebelumnya kita sudah membahas mengenai Contoh Kegiatan Ekonomi. Pada materi kali ini kita akan membahas Pengertian Inflasi Beserta Penyebab, Dampak, Jenis dan Contohnya Dalam Ekonomi. Untuk lebih lengkapnya simak penjelasannya dibawah ini.

Pengertian Inflasi

Inflasi
Inflasi

Arti inflasi sendiri sudah banyak dikemukakan oleh para ahli ekonomi dengan sudut pandangnya masing-masing. Setiap definisi sejatinya memiliki benang merah yang sama.

Inflasi ialah merupakan sebuah kenaikan harga dimana terdapat kecenderungan terhadap peningkatan harga secara terus menerus dalam kurun waktu tertenu. Peristiwa kenaikan harga yang dimaksud adalah bukan hanya dari satu atau dua barang saja akan tetapi meluas pada hampir seluruh barang.

Jenis-Jenis Inflasi

Inflasi dibagi menjadi beberapa keadaan. Macam-macam inflasi bisa didasarkan tingkat keparahannya, penyebab terjadinya, dan juga asal atau darimana sumber inflasi tersebut berasal. Lebih lengkapnya simak penjelasan berikut ini :

Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahan

  1. Inflasi Ringan
  2. Inflasi Sedang
  3. Inflasi Berat
  4. HyperInflation

Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

  • Inflasi Tingginya Permintaan (Demand Full Inflation)
  • Inflasi Kenaikan Biaya Produksi (Cosh Push Inflation)

Inflasi Berdasarkan Asalnya

  • Inflasi dari dalam negeri
  • Inflasi dari luar negeri

Dampak Inflasi Terhadap Perekonomian Masyarakat

Dampak
Dampak

Dampak inflasi terhadap perekonomian secara umum

  • Mendorong Penanaman Modal Spekulatif
  • Inflasi membuat keraguan ekonomi pada masa yang akan datang
  • Terjadinya permasalahan pada neraca pembayaran

Dampak dari inflasi terhadap perekonomian khusus

  • Dampak inflasi terhadap pendapatan
  • Dampak inflasi terhadap produksi
  • Dampak inflasi terhadap distribusi
  • Dampak inflasi terhadap indivindu dan masyarakat

Penyebab Inflasi

Meningkatnya Permintaan (Demand Pull Inflation)

Terjadi inflasi disebabkan karena peningkatan permintaan untuk jenis barang/ jasa tertentu. Dalam hal ini, peningkata permintaan jenis barang/ jasa tersebut terjadi secara agregat (agregat demand).

Baca Juga :  Contoh Batasan Masalah

Hal ini terjadi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

  • Meningkatnya belanja pemerintah
  • Meningkatnya permintaan barang untuk diekspor
  • Meningkatnya permintaan barang untuk swasta

Meningkatnya Biaya Produksi (Cost Pull Inflation)

Inflasi yang terjadi karena meningkatnya biaya produksi. Sehingga memicu kenaikan harga bahan-bahan baku, misalnya:

  • Harga bahan bakar naik
  • Upah buruh naik

Tingginya Peredaran Uang

Terjadinya Inflasi yaakni di sebabkan oleh uang yang beredar di masyarakat lebih banyak dibanding yang dibutuhkan. Ketika jumlah barang tetap sedangkan uang yang beredar meningkat dua kali lipat, maka bisa terjadi kenaikan harga-harga hingga 100%.

Contoh dampak positif Inflasi

  • Peredaran / perputaran barang lebih cepat.
  • Produksi barang-barang bertambah, karena keuntungan pengusaha bertambah.
  • Kesempatan kerja bertambah, karena terjadi tambahan investasi.
  • Bertambahnya Nominal Pendapatan, akan tetapi riil berkurang, karena kenaikan pendapatan kecil.
  • Jika inflasi ringan, dapat meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi.

Contoh dampak negatif Inflasi

  • Harga barang-barang dan jasa naik
  • Kepercayaan serta nilai terhadap uang akan turun atau berkurang.
  • Menimbulkan tindakan spekulasi.
  • Banyak proyek pembangunan macet atau terlantar.
  • Kesadaran menabung masyarakat berkurang.

Cara Mengatasi Inflasi

Kebijakan Moneter

  • Operasi pasar terbuka
  • Kebijakan Diskonto
  • Rasio Cadangan Kas Wajib
  • Pemberlakuan Kredit Secara Selektif (Ketat)
  • Himbauan Moral

Kebijakan Fiskal

Selain kebijakan moneter, pemerintah juga memberlakukan kebijakan fiskal yaitu mengarahkan kondisi ekonomi seperti yang diharapkan. Instrumen dari kebijakan fiskal ini sendiri biasanya meliputi pajak, pengeluaran pemerintah dan pinjaman pemerintah.

Kebijakan Non-Moneter

Tidak hanya kebijakan yang berhubungan dengan ekonomi moneter saja yang dijalankan untuk menekan inflasi akan tetapi kebijakan non-moneter di sektor riil juga perlu diperhatikan pemerintah.

Demikianlah Materi pembahasan kali ini,Semoga artikel ini dapat bermanfaat serata dapat memnambah pengetahuan kita semua.

Artikel Lainnya: