Komponen Pembelajaran

Posted on

Komponen Pembelajaran – Pembelajaran ialah seluruh sistem yang terdiri dari komponen dimana berinteraksi bersama secara keseluruhan agar dapat tercapai tujuan dari pembelajaran yang ditetapkan. Komponen ialah bagian dari suatu sistem yang memiliki peran dalam proses umum suatu proses untuk mencapai tujuan Pembelajaran.

Kali ini contohsoal.co.id akan meberikan pelajaran mengenai Komponen Pembelajaran. Dimana pelajaran ini akan dikupas secara jelas, dengan berdasarkan Pengertian, Tujuan, Pertanyaan dan Macamnya.

Pengertian

pembelajaran ialah kegiatan yang sistematis dan terdapat komponen di mana setiap komponen pembelajaran, tidak terpisah tetapi harus berfungsi secara teratur, saling tergantung, saling melengkapi dan kesinambungan, selanjutnya pembelajaran bisa diartikan suatu proses pembelajaran yang mempunyai aspek terpenting tentang bagaimana siswa dapat aktif belajar. topik yang disajikan sehingga dapat dikuasai dengan baik.

Komponen Pembelajaran

Pembelajaran juga merupakan kombinasi yang mencakup elemen manusia, prosedur, struktur dan peralatan yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Proses belajar adalah kegiatan paling dasar dari keseluruhan proses pendidikan, karena keberhasilan atau kegagalan pendidikan tergantung pada bagaimana proses belajar seseorang terjadi setelah kegiatan belajar berakhir. Sementara mengajar pada dasarnya adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru yang mengirimkan pengetahuan kepada siswa di sekolah. Mengajar dan belajar pada dasarnya adalah proses pengaturan yang dilakukan oleh guru.

Oleh karena itu, proses belajar mengajar diprogramkan dalam kegiatan guru dalam perencanaan didaktik yang terdiri dari berbagai komponen yang saling terkait untuk membuat siswa aktif dalam rangka mencapai tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa.

Tujuan Komponen Pembelajaran

Adapun untuk komponen pembelajaran memiliki tujuan didalamnya, yaitu.

Tujuan utama pembelajaran di sekolah-sekolah pada tingkat operasional adalah untuk mengajar siswa bagaimana cara mengembangkan dan memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang otonom. Hal utama yang harus menjadi pengalaman siswa adalah cara-cara penting untuk mengembangkan atau memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang mereka butuhkan.

Macam-Macam Komponen Pembelajaran

Adapun untuk komponen pembelajaran memiliki beberapa macam didalamnya, yaitu.

Peringkat

Komponen pembelajaran terakhir adalah penilaian pembelajaran. Istilah evaluasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu “evaluasi”. Menurut Wand dan Brown, evaluasi adalah tindakan atau proses untuk menentukan nilai suatu benda. Ada pendapat lain yang menurutnya evaluasi adalah kegiatan pengumpulan data dengan cara seluas mungkin, sangat terkait dengan kemampuan siswa, untuk mengetahui penyebab dan efek dari pembelajaran siswa yang dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan belajar.

Alat belajar (media)

Alat belajar (media). Dukungan adalah alat perantara untuk mengirimkan pesan atau informasi. Seorang instruktur tidak akan terlepas dari saya yang namanya adalah sarana untuk pembelajaran guru dan sarana untuk belajar. Inilah sebabnya mengapa media adalah komponen pembelajaran. Media kata merupakan bentuk jamak dari dan berasal dari bahasa latin “media” yang menurut harifiah berarti pengantar atau perantara. Jadi media adalah perantara atau pengirim pesan dari pengirim ke penerima pesan.

Media pembelajaran adalah perangkat lunak (software) atau perangkat keras (hardware) yang berfungsi sebagai alat belajar atau alat bantu belajar. Media pada dasarnya adalah komponen dari sistem pembelajaran. Sebagai komponen, media harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dan harus sesuai dengan keseluruhan proses pembelajaran. Saran akhir dari pemilihan media adalah penggunaan media dalam kegiatan belajar, sehingga memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan media yang kita pilih.

Materi Pengajaran

Komponen pembelajaran selanjutnya adalah Materi Pembelajaran. Materi juga merupakan salah satu faktor penentu keterlibatan siswa. Karakteristik material yang baik menurut Hutchinson dan Waters adalah:

  • Teks yang menarik.
  • Adanya kegiatan yang menyenangkan atau kegiatan yang meliputi keterampilan berpikir siswa.
  • Tawarkan kepada siswa kesempatan untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka miliki.
  • Materi ini dikuasai oleh siswa dan guru.

Metode Pembelajaran

Komponen pembelajaran berikutnya, yaitu, metode pembelajaran adalah cara yang dapat dilakukan untuk membantu proses belajar-mengajar bekerja dengan baik, metode ini meliputi:

A.) Metode diskusi
Metode diskusi juga merupakan metode yang digunakan dalam pembelajaran kurtilas yang menuntut siswa untuk dapat bekerja bersama dalam kelompok. Inilah sebabnya mengapa metode juga penting dalam pembelajaran dan merupakan komponen pembelajaran. Muhibbin Syah (2000), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode pengajaran yang terkait erat dengan pemecahan masalah.

Metode ini juga biasa disebut diskusi kelompok (diskusi kelompok) dan akting (sosialisasi akting) dan juga dapat diartikan sebagai “penyampaian” strategi bahan ajar yang melibatkan siswa dalam diskusi dan mencari solusi alternatif untuk diskusi topik yang bermasalah. Guru, siswa atau kelompok siswa memberikan perhatian yang sama pada topik yang dibahas dalam diskusi.

Baca Juga :  Demokrasi Parlementer

B.) Metode tanya jawab
Banyak sekali metode pembelajaran, metode ini menjadi komponen pembelajaran yang penting dalam menentukan keberhasilan dalam suatu pendidikan. Metode tanya jawab adalah metode pembelajaran aktif yang berpusat pada siswa yang sesuai dengan kurikulum yang kami gunakan saat ini yang merupakan kurikulum yang berfokus pada siswa. Metode tanya jawab adalah metode di mana guru menggunakan atau mengajukan pertanyaan kepada siswa dan siswa menjawab, atau sebaliknya siswa lakukan untuk guru dan guru menjawab pertanyaan siswa.

Murid

Komponen ketiga dari pembelajaran itu sendiri adalah belajar. Siswa atau siswa umumnya digunakan untuk seseorang yang menghadiri program pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, di bawah bimbingan satu atau lebih guru. Ini berarti bahwa siswa juga merupakan komponen pembelajaran. Dalam konteks keagamaan siswa digunakan sebagai istilah untuk seseorang yang mengikuti bimbingan seorang tokoh yang bijaksana. Namun, siswa tidak harus selalu dianggap objek belajar yang tidak tahu apa-apa. Ia memiliki latar belakang, minat, kebutuhan, dan kemampuan yang berbeda. Untuk siswa, sebagai efek menguntungkan dalam bentuk pengetahuan terapan dan / atau keterampilan di bidang lain sebagai transfer pembelajaran yang akan membantu perkembangan mereka untuk mencapai integritas dan kemandirian.

Guru

Komponen pembelajaran selanjutnya adalah Gutu. Kata Guru berasal dari bahasa Sanskerta “guru” yang juga berarti guru, tetapi arti harfiahnya “berat”, yaitu guru sains. Di Indonesia, guru umumnya merujuk pada pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, mengevaluasi dan mengevaluasi siswa.

Dalam masyarakat, dari yang paling terbelakang hingga yang paling maju, guru memainkan peran penting. guru adalah komponen pembelajaran yang penting untuk pembelajaran itu sendiri. Guru adalah salah satu pelatih utama warga potensial. Peran guru tidak terbatas hanya sebagai guru (pemancar pengetahuan), tetapi juga sebagai panduan, pengembang dan manajer kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.

Program Sekolah

Secara etimologis, rogram sekolah berasal dari bahasa Yunani, dalam terminologi, istilah program sekolah menyiratkan sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus diambil atau diselesaikan oleh siswa untuk mencapai tingkat atau diploma. Pemahaman yang luas tentang kurikulum tidak hanya dalam bentuk mata pelajaran atau bidang studi dan kegiatan belajar siswa, tetapi juga segala sesuatu yang mempengaruhi pendidikan siswa sesuai bersamaan tujuan dari pendidikan dimana begitu diharapkan. Contohnya inventaris kampus, suasana lingkungan sangat aman, kesuasanaan yang begitu keakraban pada proses pembelajaran, sarana komunikasi yang memadai dan sumber belajar. kurikulum di sini adalah komponen dari komponen pembelajaran.

Program sekolah sebagai proyek pendidikan memiliki posisi yang sangat strategis dalam semua aspek kegiatan pendidikan. Mempertimbangkan peran penting dari kurikulum dalam pendidikan dan dalam pengembangan kehidupan manusia, penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan tanpa menggunakan basis yang solid dan solid. Dengan implementasi kebijakan pemerintah (Departemen Pendidikan), yaitu pengembangan program operasional yang dilakukan oleh masing-masing unit pendidikan, semua tingkatan setiap unit pendidikan harus memiliki pemahaman yang luas dan mendalam tentang dasar-dasar untuk pengembangan kurikulum dan secara operasional itu harus dijadikan referensi dalam pelaksanaan kurikulum di setiap satuan pendidikan yang dikelola olehnya.

Pertanyaan Pada Komponen Pembelajaran

Berikut Ini ada lima pertanyaan, sebagaimana sebelum melakukan perencanaan paada konsep komponen pembelajaran.

Pembelajaran di kelas mencoba mengikuti alur: pengantar, kegiatan utama, penutupan (akhir pembelajaran). Mengapa harus seperti ini? Dan jika tidak?

Jawaban:
Belajar sebenarnya bisa dicapai tanpa mengikuti alur. Namun, pembelajaran yang terjadi menjadi sulit untuk mengukur tingkat pencapaian. Karena itu, idealnya pembelajaran yang dilakukan adalah mengikuti alur. Ini akan memberi kesan bahwa pembelajaran terjadi langkah demi langkah atau langkah demi langkah. Dalam aliran ini, kegiatan pendahuluan atau awal dimaksudkan untuk menyediakan curah pendapat dan curah pendapat sehingga mereka dapat dialamatkan ke topik. Sementara itu, kegiatan utama adalah langkah-langkah praktis yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran seperti penggunaan metode pengajaran. Pada bagian terakhir, kesimpulan harus ditarik sehingga apa yang telah dipelajari ditinjau dan disimpulkan dengan cara yang lebih ringkas sehingga siswa dapat memahaminya dengan mudah.

Saat ini ada pendidikan yang bertujuan kebebasan individu dengan mengeksploitasi keterampilan siswa atau pihak yang berkepentingan (misalnya orang tua). Bagaimana seharusnya?

Baca Juga :  Contoh Syair

Jawaban:
Pendidikan ini memiliki tujuan agar siswa dapat memahami sepenuhnya bahan ajar. Dalam hal ini, upaya kreatif muncul sendiri dari siswa. Kreatif dalam belajar berarti berurusan dengan penggunaan atau berfungsinya kemampuan mental produktif dalam memecahkan atau memecahkan masalah, atau upaya untuk mengembangkan bentuk artistik dan mekanis. Di kelas tidak perlu hak istimewa orang-orang tertentu, tetapi di luar kelas itu dapat secara khusus dipromosikan.

Bisakah strategi yang tepat mengembangkan intelektual siswa?

Jawaban:
kemampuan intelektual siswa dapat disempurnakan dengan memilih strategi pembelajaran yang tepat. Hal-hal seperti ini didahului oleh motivasi dan antusiasme siswa untuk menghadiri pelajaran. Motivasi dan antusiasme siswa akan muncul pertama kali jika guru dapat memberikan materi pendidikan dengan cara yang menarik. Misalnya, memilih sarana belajar, teknik mengajar, dan metode pembelajaran yang memuaskan siswa. Pembelajaran yang baik berupaya mengarahkan siswa untuk dapat mengeksplorasi pengetahuan mereka berdasarkan hal-hal terkecil yang pernah mereka temui, misalnya, siswa diminta untuk menggambarkan penampilan fisik suatu objek yang pernah mereka temui. Ini akan mengembangkan pengetahuan siswa.

Guru seharusnya tidak memaksa siswa yang agak lambat dalam belajar sehingga mereka secara otomatis mengikuti proses belajar di sekolah mereka. Selain itu, guru tidak mencegah siswa yang brilian berhenti secara pasif untuk menunggu teman-teman mereka yang masih jauh di bawah mereka. Penekanan diberikan di sini bahwa guru terus memperhatikan tingkat kemampuan siswa untuk menyerap materi pendidikan.

Apa rencana pembelajaran ideal berdasarkan kebutuhan kurikulum yang berlaku?

Perencanaan yang ideal berdasarkan kebutuhan kurikulum tentu memenuhi kriteria yang harus dibuat dalam pembelajaran. Menurut kurikulum saat ini, perencanaan mencakup setidaknya tiga poin utama, yaitu pendahuluan, kegiatan utama, dan penutupan. Dalam paket perencanaan, model pembelajaran telah dijelaskan dengan jelas. Jadi dalam taktik strategi pengajaran juga telah disebutkan dalam rencana pembelajaran.

Uzer Sheikh Harun Al Fatih dalam bukunya “Guru Profesional” menyatakan bahwa persiapan yang baik untuk mengajar harus memenuhi kriteria berikut:

  • Ada keselarasan antara tujuan, bahan, dan alat penilaian.
  • Itu bisa diimplementasikan
  • Mudah dimengerti / dimengerti.
  • Bahan dan tujuan mengacu pada profil program pengajaran.
  • Proses belajar mengajar mendukung pembelajaran aktif dan mengacu pada analisis subjek.

Dalam perencanaan pembelajaran, hal pertama yang ditampilkan adalah Standar Kompetensi (SK). Selain itu, dijabarkan dalam Kompetensi dasar (KD) dari suatu topik, dari topik yang akan dibahas dan kemudian untuk menentukan indikator yang akan dicapai. Selanjutnya, ia menyebutkan tujuan pembelajaran yang deskripsi singkat / deskripsi materi yang akan disampaikan diberikan. Kemudian sebutkan pendekatan dan metode yang akan digunakan. Sementara dalam kegiatan utama hingga kegiatan akhir, taktik yang akan dilakukan meliputi pembukaan dengan doa, pengiriman materi untuk pertemuan berikutnya dan penutupan doa. Pada akhirnya juga disebutkan sumber pengajaran, alat, media, teknik penilaian, formulir evaluasi, alat penilaian dan kriteria.

Apakah ungkapan “perencanaan dalam setiap kegiatan menyiratkan komponen kegiatan” berlaku untuk perencanaan pembelajaran? Apa ulasan tentang aspek guru dan siswa?

Jawaban:
Seperti halnya rencana apa pun, semua anggota harus terlibat dalam kegiatan. Demikian juga dalam merencanakan pembelajaran. Guru sebagai pembawa pelajaran memiliki peran ganda sebagai penulis naskah, aktor dan sutradara dalam pembelajaran yang dilakukan.

Dari sudut pandang guru, apa yang harus ditunjukkan dalam pembelajaran setidaknya dapat dikondisikan oleh alokasi waktu yang tersedia. Ketersediaan waktu sangat menentukan sehingga pembelajaran yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh siswa. Dengan kata lain, indikator pencapaian keterampilan telah diukur dan mampu menggambarkan tingkat pemahaman siswa. Guru harus dapat mengundang siswa yang tertarik ke pelajaran yang diberikan melalui inovasi kreatif dalam mengajar, seperti penggunaan metode angangsana (kunjungan) ke objek yang berhubungan dengan bahan ajar.

Dari sudut pandang siswa, komponen pembelajaran yang dibutuhkan oleh siswa setidaknya tersedia dalam media pembelajaran yang menarik yang relevan dengan materi pengajaran yang disediakan. Kesesuaian ini akan menumbuhkan motivasi dan antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran. Pada akhirnya siswa akan dengan mudah menyerap pelajaran yang diajarkan. Dengan cara ini pembelajaran dilakukan secara efektif karena mampu mengarahkan siswa untuk memahami topik.

Demikianlah sobat yang dapat kami sampaikan materi pelajaran ini. Semoga dengan apa yang telah kami sampaikan dalam artikel ini, dapat memberikan pemahaman serta bermanfaat untuk sobat semua.

Baca Juga: