Maltosa

Posted on

Maltosa – Setelah sebelumnya ContohSoal.co.id membahas materi tentang Bentuk Molekul Maka dipertemuan kali akan ContohSoal.co.id jabarkan materi tentang maltosa secara lengkap, mulai dari pengertian dan fungsinya. Nah agar sobat semua dapat memahami serangkain perihal materi kali ini, maka simak ulasan berikut ini.

Pengertian Maltosa

Maltosa

Apa yang dimaksud dengan Maltosa? ialah merupakan biomelekul yang mempunyai sebuah gugus karbohidrat terdapat dalamnya yang dibagi menjadi tiga kelompok dan merupakan sebuah unsur penting; karbohidrat, lemak dan protein.

Dalam penyusuinan karbohidrat yang yang didapat dari O, H, C dan kemudian didefinisikan sebagai aldehida polihidroksi keton atau polihidroksi. Maka dalam hal ini pada umumnya dapat dibagi menjadi monosakarida, oligosakarida dan polisakarida tergantung pada jumlah residu.

Pada artian lainnya maltosa ialah merupakan disakrida yang dibentuk oleh penyatuan dua unit glukosa “monosakarida” yang keduanya diklasifikasikan sebagai heksosa sebab masing-masingnya terdiri dari enam karbon.

Fungsi Maltosa

Kegunaan Maltosa yakni digunakan sebagai pemanis massal dalam bentuk bubuk dan sirup dan ditambahkan ke banyak sukrosa bebas dan diabetes makanan, termasuk cokelat, permen karet, roti, permen, es krim dan selai.

Sifat-Sifat Maltosa

Untuk dapat mengetahui lebih lanjut mengenai maltosa, nah berikut beberapa sifat yang dimilikinya yakni:

  • Larut dalam air.
  • Termasuk dalam jenis gula pereduksi.
  • Rasa manisnya tidak terlalu kuat.

Maltosa ini merupakan salah satu dari jenis disakarida, ada jenis disakarida lainnya yang dapat kita ketahui yakni latosa dan sukrosa.

Yang ektiga jenis disakarida ini mempunyai sifat manisa namun karakteristik ketiganya berbeda. Maltosa dapat diubah menjadi alkohol gula.

Untuk fungsi dari alkohol gula yang juga sering disebut maltilol ini biasanya digunakan sebagai pemanis buatan beberapa produk makanan tertentu seperti sirup atapun permen.

Kemudian pada Maltosaa yang kerap dikonsumsi pada makanan dapat diserap oleh tubuh namun secara perlahan dan hanya sekitar 50% sampai 60% saja yang akan terserap sedangkan sisanya akan tereksresi.

Baca Juga :  Laju Reaksi

Begitupun juga sma halnya dengan sukrosa malltosa sering digunakan sebagai pemanis makanan. Ia mempunyai rasa manis yang lebih kuat dan sangat aman untuk dikonsumsi.

Manfaat Maltosa

Malltosa dianggap sebagai karbohidrat manis, tapi bila membandingkannya dengan karbohidrat manis lainnya, seperti fruktosa dan sukrosa, maka maltossa agak kurang manis.

Sebagai Pemanis Buatan

Maltossa bagi tubuh manusia mungkin tidak berpengaruh besar dan tak mempunyai fungsi khusus pada tubuh kita. Hanya saja, senyawa ini masih dapat dikatakan berguna untuk sebagai penolong aktivitas produktif sehari-hari manusia dalam memroduksi aneka macam varian makanan dan minuman.

Mendukung Pembuatan Minuman Ringan dan Bir

Dalam terbentuknya disakarida yang satu ini yakni dari hasil pemecahan glikogen serta pati yang ada pada proses pencernaan kita. Maltossa selain dapat digunakan untuk ditambahkan pada beberapa jenis makanan manis rupanya juga dapat menolong pembuatan minuman dan makanan ringan berikut juga bir.

Fungsi malltosa ini bisa terwujud ketika sang produsen melakukan pengubahan maltosa ke bentuk alkohol gula disakarida. Di sini pati akan berubah menjadi maltossa yang akan menambah rasa manis pada bir untuk melawan rasa pahit pada minuman tersebut.

Mendukung Pembuatan Makanan Bayi

Sebab manisnya yang ada pada level rendah, maka makanan-makanan bayi biasanya menggunakan maltossa untuk ditambahkan ke produknya.

Dalam hal ini disebabkan oleh pada kadar yang tidak tinggi dan dengan rasa yang tak terlalu manis, maka hal tersebut sangat cocok untuk bayi dalam melatih indera perasanya.

Sumber Maltosa

Dengan berdasarkan keterangannya maka ternyata jarang kita jumpai bahan makanan dengan kandungan malltosa, namun ada sejumlah makanan yang apabila kita cerna di dalam tubuh, kemudian akan menghasilkan maltossa, sepertI:

  • Sayuran
  • Buah-buahan
  • Kacang-kacangan
  • Kentang
  • Jagung
  • Sereal
  • Biji-bijian

Maltose yang terkandung di dalam makanan-makanan ini akan otomatis mengalami peningkatan ketika kita memasak makanan-makanan tersebut.

Cobalah ambil satu contoh, yakni ubi jalar di mana sebenarnya pada saat dalam keadaan mentah, maltossa tidak akan dijumpai di dalam makanan ini.

Baca Juga :  Contoh Soal Energi Potensial

 

 

Nah itulah tadi materi tentang maltosa, semoga artikel kali ini memberi banyak manfaat bagi sobat semua.

Artikel Lainnya :