Nemathelminthes

Posted on

Nemathelminthes – Setelah sebelumnya kami telah menyampaikan materi tentang Ciliata Maka pada kesempatan kali ini akan kembali kami sampaikan materi tentang Nemathelminthes – Klasifikasi, Filum, Peranan, Ciri dan Contoh. Nah untuk lebih jelasnya simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Pengertian Nemathelminthes

Nemathelminthes
Nemathelminthes

Apa yang dimaksud dengan Nemathelminthes? yakni merupakan suatu kumpulan hewan cacing yang telah dikelompokan dengan mempunyai bentuk tubuh bulat dan panjang dengan bagian pada ujungnya yang meruncing.

Istilah kata Nemathelminthes pada awalnya diambil dari kata nematos yang yang artinya benang sedangkan kata helminthes artinya cacing.

Maka secara harfiah dapat disimpulkan bahwa nemathelmintes ialah merupakan cacing benang. Akan tetapi, banyak sebagian orang yang menyebut cacing ini dengan sebutan cacing gilik sebab ia mempunyai bentuk gilik atau bulat memanjang.

Nemathelminthes
Nemathelminthes

Ciri-ciri Nemathelminthes

Di bawah ini terdapat beberapa keterangan dari beberapa ciri-ciri pada nemathelmintes, yang diantaranya ialah:

  • Mempunyai bentuk bulat panjang, tidak memiliki segmen, triploblastik pseudocoelom, dan juga simetri bilateral.
  • Mempunyai sistem Alat pencernaan yang sangat lengkap (seperti mulut, kerongkongan, usus, dan anus).
  • Namun pada kelas ini tak mempunyai alat sistem sirkulasi.
  • Pada sistem alat respirasi dapat berlangsung dengan secara diffusi melalui bagian permukaan kulit.
  • Pada bagian alat sistem ekskresi terdiri dari saluran lateral yang  berpusat pada bagian ventral.
  • Pada bagian tubuh luar dilapisi dengan kutikula, yang mana pada kedua ujungnya meruncing.
  • Mempunyai sifat kelamin dioceus/gonokoris (sehingga bisa dibedakan antara betina dan jantan). Biasanya pada yang jantan memiliki ukuran lebih kecil dan pada kedua ujungnya runcing. Sedangkan pada yang betina ukurannya justru lebih besar kemudian pada bagian kedua ujungnya membulat.
  • Mempunyai sifat kosmopolit jika berada di air laut, air tawar, dan jika di dalam tubuh manusia ia bertindak sebagai parasit.

Sistem Organ Nemathelminthes

1. Sistem Pencernaan Nemathelminthes

Pada jenis Nemathelminthes ini sudah mempunyai sebuah alat sistem pencernaan yang cukup sempurna. Dimana dari kelompok mereka sudah mempunyai bagian-bagian yang utuh seperti mulut, faring, usus, dan anus.

Dimana pada bagian mulutnya berada pada bagian depan (anterior) tubuh, dan untuk bagian anusnya berada pada bagian belakang (posterior) tubuh.

Apa yang mereka makan akan masuk dengan melalui mulut, kemudian akan masuk menuju faring, kemudian diproses terlebih dahulu disistem pencernaan pada usus, kemudian hasil dari sari makanan dan juga nutrisi akan diedarkan pada seluruh bagian tubuh yang dibantu oleh cairan yang terdapat pada rongga tubuhnya. Nah terakhir sisa dari metabolisme akan dibuang dengan melalui anus.

Baca Juga :  Fungsi Sitoskeleton

2. Sistem Saraf Nemathelminthes

Dalam Struktur yang ada pada sistem sarafnya berbentuk ganglion cerebral (yakni merupakan dua kelompok besar atas kelompok sel saraf) dan truncus nervosus ( merupakan sebuah berkas saraf kecil longitudinal).

Dimana pada sistem sarafnya tersusun dari cincin saraf yang mengitari esofagus.

Nah pada Cincin saraf ini terhubung secara langsung dengan 6 saraf anterior dan juga dari sejumlah saraf posterior. Selain itu pada masing-masing sisi dari cincin saraf tersebut terdapat 6 ganglion saraf.

3. Sistem Reproduksi Nemathelminthes

Nah pada jenis hewan nemathelminthes ini dapat melangsungkan reproduksi dengan secara seksual.

Dimana kelompok ini tergolong sebagai makhluk hidup yang memiliki sifat gonokoris (yang mana antar organ kelamin jantan dan juga betina saling terpisah dari setiap individu yang berbeda), Dalam hal ini artinya dari setiap individu hanya mempunyai satu organ kelamin utama, baik jantan maupun betina/ Fertilisasi yang berlangsung di dalam tubuh.

Kemudian pada kelompok makhk ini dalam sekali beroproduksi akan menghasilkan sel telur yang sangat banyak (yakni hingga mencapai ribuan daam perharinya).

4. Sistem Eksresi Nemathelminthes

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa sistem eksresi nemathelminthes tersusun atas 2 saluran tubuh utama yang kemudian akan langsung bermuara pada sebuah lubang yang terdapat pada bagian ventral di dalam tubuhnya.

5. Sistem Sirkulasi (peredaran darah) dan Sistem Pernapasan Nemathelminthes

Namun pada makhluk ini tidak memiliki sistem sirkulasi dan respirasi sehingga mereka melakukan pertukaran zat seperti oksigen dan karbondioksida dengan secara difusi, dan hasil dari nutrisi akan diedarkan dengan dukungan cairan yang ada di dalam tubuh.

Klasifikasi Nemathelminthes

Kelas Klasifikasi Nematoda

Dimana pada kelas Nematoda ini mempunyai kutikula badan yang sangat transparan/ bening, selain itu mereka juga mempunyai mulut dan lubang ekskresi, kemudian pada alat reproduksi yang dimiliki oleh jantan yakni dengan testis sedangkan betina dengan ovarium.

Kemudian batas Umur cacing secara umum mereka mampu hanya bertahan hingga mencapai 10 bulan.

Jenis – Jenis Nematoda

  • Ascaris Lumbricoides

Dimana dalam keadaan cacing yang telah beranjak dewasa mereka bisa bertahan hidup di dalam usus halus manusia dengan rata-rata memiliki ukuran panjang 20 hingga 40 cm, denga diameter 0,5 cm.

Kemudian ketika mereka melakukan reproduksi di dalam tubuh maka telur cacing yang akan keluar denga sistem pembuangn manusia dengan bersama kotoran dan kemudian ia akan masuk kembali kedalam kerongkongan manusia dengan melalui makanan yang dikonsumsi oleh yang tidak higenis/bersih.

  • Necator Americanus and Ancylostoma Duodenale
Baca Juga :  Lisosom

Kemudian pada Cacing tambang akan berperan dan bisa bertahan hidup sebagai benalu di dalam usus manusia. Dimana mereka memiliki ukuran Panjang berkisar 1 hingga 1,5 cm. Sehingga dengan keberadaannya ini yang biasanya dapat menimbulkan penyakit yang bisa diderita manusia yakni penyakit anemia.

  • Enterobius Vermicularis

Kemudian pada Enterobius vermicularis yakni merupakan salah satu jenis cacing kremi yang biasa berada di dalam tubuh manusia.

Kemudian Cacing kremi ini mulai perkembangbiakan dan bertahan hidup berada di dalam usus besar pada manusia.

Nah pada jenis cacing ini mempunyai ukuran panjang pada cacing betina berkisar 9 hingga 12 mm, dan pada cacing jantan berkisar 3 hingga 5 mm.

  • Filaria Bancrofti

Kemudian pada Cacing Filaria bancrofti yang biasanya keberadaan cacing ini di dalam tubuh manusia dapat menimbulkan suatu gejala penyakit yang disebut kaki gajah.

Dimana pada Larva cacing ini apabila pada siang hari ia akan berada di dalam sistem pembuluh darah besar manusia sedangkan ketika pada malam hari ia akan keluar dan kemudian mengambil tempat pada pembuluh darah yang terletak di tepi bawah kulit.

  • Trichinella Spiralis

Kemudian pada jenis Cacing ini biasanya dengan keberadaannya di dalam tubuh manusia akan menimbulkan suatu gejala penyakit yang disebut dengan trikinosis.

Dimana mereka dapat masuk kedalam tubuh manusia dengan rutinitas dan kebiasaan manusia yang sering mengonsumsi daging babi.

Kelas Klasifikasi Nematomorfa

Kemudian pada kelas Nematomorfa yakni merupakan sebuah jenis cacing yang mempunyai duri dibagian kepalanya.

Dimana ia biasanya bertahan hidup didalam usus Vertebrata yang sering menempel pada bagian dinding usus dengan belalai bengkok dan berduri.

Selain itu cacing ini juga mempunyai sistem alat pencernaan makanan yang cukup sangat sempurna dan sistem alat reproduksinya terpisah.

Peranan Nemathelminthes

Berikut ini terdapat 2 peranan dalam nematomorfa, yakni sebagai berikut:

  • Globodera rostochiensis, yakni berperan sebagai benalu pada yang bertahan hadup berada pada tanaman kentang dan tomat dan ia juga merupakan salah satu yang faktor mewabah virus pada setiap jenis tanaman pertanian.
  • Ascaris lumbricoides dan Enterobius vermicularis, yakni merupakan suatu benalu yang dapat bertahan hidup di dalam tubuh manusia dan keberadaannya dapat menimbulkan berbagai macam jenis penyakit.

Demikianlah materi pembahasan kali ini mengenai Nemathelminthes, semoga ulasan ini dapat bermanfaat.

Baca Juga :