Panitia Sembilan

Posted on

Panitia Sembilan – Setelah sebelumnya contohsoal.co.id telah menerangkan materi tentang Gerakan 3A Maka pada perjumpaan kali ini akan kembali contohsoal.co.id paparkan materi tenang panitia sembilan secara detail Beserta Anggota, Tokoh, Hasil, Tugas dan Gambar. Nah untuk lebih jelasnya simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Panitia Sembilan

Panitia Sembilan
Panitia Sembilan

Apa yang dimasud dengan Panitia Sembilan? yakni merupakan suatu susunan panitia yang dibentuk BPUPKI dan di dalamnya beranggotakan sembilan orang yang mempunyai kekuasaan dan tugas merumuskan “dasar negara” Indonesia yang dicantumkan pada UUD 1945″

Kemudian dengan piagam Jakarta yang kini sudah menjadi cikal bakal dalam Pembukaan UUD 1945 dengan adanya perubahan yang terjadai di dalam sila pertama yang didasarkan oleh berbagai pertimbangan tentang sebuah negara kesatuan.

Dimana adanya dokumen ini diperoleh setelah berlangsungnya suatu kesepakatan atau kompromi yang dilakukan oleh 4 golongan nasionalis dan empat golongan Islam tentang perumusan dasar negera.

Anggota Panitia Sembilan

Pada mulanya pembentukan dari Panitia sembilan ini sekitar tanggal 1 Juni tahun1945. Nah susunan anggota Panitia Sembilan ialah seperti yang ada di bawah ini :

1. Ir. Soekarno (Ketua)

 Ir. Soekarno (Ketua)
Ir. Soekarno (Ketua)

Keterangan mengenai Ir Soekarno yang mana lahir di Surabaya, Jawa Timur yakni pada tanggal 6 Juni 1901 dan wafat di Jakarta, pada 21 Juni 1970 lebih tepatnyan beliau tutup usia 69 tahun).

Dimana Soekarno ialah merupakan salah seorang Presiden pertama Republik Indonesia yang sudah menjabat dalam periode 1945 sampai 1967. Yang mana di dalam panitia sembilan, beliau bertindak selaku ketua.

2. Drs. Mohammad Hatta (Wakil Ketua)

Drs. Mohammad Hatta (Wakil Ketua)
Drs. Mohammad Hatta (Wakil Ketua)

Keterangan mengenai Drs. H. Mohammad Hatta lahir di Fort de Kock (yang sekarang disebut Bukittinggi, Sumatera Barat), dan juga Hindia Belanda, pada 12 Agustus 1902 dan wafat di Jakarta sekitar pada tanggal 14 Maret 1980 pada usian ke 77 tahun.

Dimana beliaumerupakan salah seorang tokoh pejuang, lalu sebagai negarawan, ekonom, dan juga merupakan Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Di dalam panitia sembilan berkedudukan sebagai sebagai wakil ketua.

3. Mr. Achmad Soebarjo (Anggota)

Mr. Achmad Soebarjo (Anggota)
Mr. Achmad Soebarjo (Anggota)

Keterangan tentang Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo yang lahir di Karawang, Jawa Barat sekitar 23 Maret 1896 dan wafat pada 15 Desember 1978 di usia 82 tahun.

Dan beliau merupakan seorang tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, lalu sebagai diplomat, dan juga seorang Pahlawan Nasional Indonesia.

Dimana masa jabatannya beliau sebagai Menteri Luar Negeri dari Indonesia untuk pertama kalinya.

4. Mr. Mohammad Yamin (Anggota)

Mr. Mohammad Yamin (Anggota)
Mr. Mohammad Yamin (Anggota)

Keterangan mengenai Prof. Mr. Mohammad Yamin, S.H. Yang lahir di Talawi, yakni Sawahlunto, Sumatera Barat sejak 24 Agustus 1903 dan kemudian wafat di Jakarta, pada 17 Oktober 1962 di usia 59 tahun. Dimana pada masanya beliau merupakan seorang sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, dan merupakan salah satu ahli hukum dan juga salah satu pahlawan nasional Indonesia.

Baca Juga :  Meganthropus Paleojavanicus

5. H. Agus Salim (Anggota)

H. Agus Salim (Anggota)
H. Agus Salim (Anggota)

Ketrangan tentang Haji Agus Salim yang lahir di daerah Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, dn juga Hindia Belanda dari tanggal 8 Oktober 1884 dan kemudian wafat di Jakarta, sekitar pada 4 November 1954 di usianya sekitar 70 tahun.

Dimana beliau merupakan salah seorang pejuang dari kemerdekaan Indonesia dan sudah diakui sebagai seorang Pahlawan Nasional Indonesia.

6. KH. Wahid Hasyim (Anggota)

 KH. Wahid Hasyim (Anggota)
KH. Wahid Hasyim (Anggota)

Keterangan tentang K. H. Abdul Wahid Hasjim yang lahir di Jombang, Jawa Timur sejak tanggal 1 Juni 1914 dan wafat di daerah Cimahi, Jawa Barat, pada 19 April 1953 di usianya sekitar 38 tahun.

Dimana beliau merupakan salah seorang pahlawan nasional Indonesia dan juga selaku menteri negara dalam kabinet yang pertama kali di Indonesia.

Dimana beliau merupakan salah keturunan dari KH Mohammad Hasyim Asy’ari, selaku ketua dan pendiri NU dan juga merupakan seorang pahlawan nasional Indonesia.

7. Abdoel Kahar Moezakir (Anggota)

Abdoel Kahar Moezakir (Anggota)
Abdoel Kahar Moezakir (Anggota)

Keterangan tentang Prof. KH. Abdoel Kahar Moezakir (Abdul Kahar Muzakir) yakni merupakan salah seorang Rektor Magnificus yang ditujuk untuk pertama kalinya di Universitas Islam Indonesia dengan sebutan STI dalam 2 periode 1945 hingga 1948 dan juga pada 1948 sampai 1960.

Dimana beliau merupakan salah seorang tokoh Islam yang terlibat sebagai anggota BPUPKI yakni (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

8. Abikoesno Tjokrosoejoso (Anggota)

Abikoesno Tjokrosoejoso (Anggota)
Abikoesno Tjokrosoejoso (Anggota)

Keterangan tentang Abikoesno Tjokrosoejoso (Abikusno Cokrosuyoso) yang mana beliau lahir di Kota Karanganyar, Kebumen pada 1897 dan kemudian wafat pada sekitar 1968).

Dimana beliau merupakan salah seorang Bapak yang mendirikan Kemerdekaan Indonesia yang telah menandatangani konstitusi.

Sesduah kemerdekaan, dan beliau juga menjabat sebagai salah seorang Menteri Perhubungan yang ada di dalam Kabinet Presidensial pertama Soekarno dan juga sebagai salah seorang penasihat Biro Pekerjaan Umum.

Beliau mempunyai Kakak kandung, yang bernama Oemar Said Tjokroaminoto yang juga merupakan seorang pemimpin pertama Sarekat Islam. 

Pada masa atau zaman pendudukan Jepang, selain itu beliau juga merupakan (Abikoesno Tjokrosoejoso) salh satu tokoh kunci dalam Masyumi.

9. Mr. Alexander Andries Maramis (Anggota)

Mr. Alexander Andries Maramis (Anggota)
Mr. Alexander Andries Maramis (Anggota)

Ketrangan tentang Mr. Alexander Andries Maramis yang mana beliau lahir di Manado, yakni Sulawesi Utara, dan juga Hindia Belanda sejak 20 Juni tahun 1897 kemudian beliau wafat di Indonesia pada 1977 di usianya 80 tahun.

Dimana beliau juga merupakan salah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia dan juga sebelumnya pernah terlibat di dalam anggota KNIP, lalu anggota BPUPKI dan merupakan seorang Menteri Keuangan untuk pertama kalinya di Republik Indonesia.

Tugas Panitia Sembilan

Di bawah ini ada beberapa tugas dari keanggotaan panitia sembilan yang mencakup sebagai berikut :

  • Berperan dan bertugas dalam perumusan atau membentuk dasar negara Indonesia merdeka.
  • Dalam memberikan setiap usulan maupun saran yang baik dengan secara lisan maupun tulisan, namun selain itu juga menerangkan dan
  • dalam perumusan dasar negara Indonesia merdeka.
  • Selain itu dalam menyarankan suatu pendapat dan juga menampung berbagai aspirasi dalam proses pembentukan dasar negara Indonesia dari sejumlah tokoh.
  • Menerima dan Menampung berbagai aspirasi dari sejumlah tokoh mengenai pembentukan dasar negara Indonesia yang merdeka, Kemudian langkah dan tugas berikutnya yakni harus dapat mengumpulkan dan menyusun sebuah naskah hasil dari rancangan pada suatu pembentukan dasar negara Indonesia yang kemudian Mr Mohammad Yamin menyebutnya dengan nama Piagam Jakarta
Baca Juga :  Contoh Tanda Terima

Pembentukan Panitia Sembilan

Mengenai latar belakang pembentukan panitia sembilan? yang mana menjelang hari akhir dari sebuah persidangan pertama BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, dimana pada saat itu pimpinan ketua BPUPKI yakni dr.

Radjiman Wediodiningrat beliau membentuk sebuah struktur kepanitiaan kecil yang diketuai secara langsung oleh Ir. Soekarno dan di dalamnya beranggotakan 8 orang.

Kemudian pada Panitia dikenal dengan sebutan panitia delapan. Yang mana Panitia ini bertanggung jawab dalam melakukan pemeriksaan dan mengklasifikasi semua saran serta berbagai usulan yang masuk baik secara lisan ataupun melalui tulisan yang masih berhungan dengan perkara dari dasar negara.

Selanjutnya pada Panitia ini mulai melakukan rutinitas atau bekerja pada tanggal 2 juni hingga 9 Juli di dalam masa reses BPUPKI. 

Kemudian dalam upaya mempersiapkan sejumlah laporan guna dibahas di dalam rapat pada tanggal 10 Juli 1945, akhirnya panitia delapan mengambil inisiatif untuk mengadakan suatu pertemuan dengan 38 anggota dari BPUPKI yang tidak disengaja pada saat itu sedang berada di Jakarta.

Kemudian Pertemuan tersebut dilakukan untuk melangsungkan pembicaraan lebih lanjut tentang semua tugas pokok dari panitia delapan untun menyiapkan dasar negara.

Dimana pada pertemuan tersebut berbagai usulan banyak yang masuk, adapun bentuk dari usul usulan tersebut ialah sebagai berikut ini :

  • Agar menyegerakan kemerdekaan Indonesia
  • Dasar Negara
  • Membentuk Negara (Federasi atau Uni)
  • Daerah negara Indonesia
  • Membentuk Badan Perwakilan Rakyat
  • Membentuk Badan Penasihat
  • Membentuk Kepala Negara dan juga Bentuk Negara
  • Soal Pembelaan
  • Soal Keuangan

Kemudian berbagai usulan yang bersifat khusus berhubungan dengan dasar negara dengan secara garis besarnya dapat diklasifikasikan seperti di bawah ini :

  • Kebangsaan dan Ketuhanan
  • kebangsaan dan Kerakyatan
  • Kebangsaan, Kerakyatan, dan Ketuhanan
  • Kebangsaan, Kerakyatan, dan Kekeluargaan
  • Kemakmuran hidup bersama, kerohanian, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Agama Negara Ialah agama Islam
  • .Kebangsaan, Kerakyatan, dan Islam
  • Jiwa Asia Timur Raya

Kemudian dari hasil pertemuan tersebut , akhirnya Soekarno memppunyai inisiatif untuk membentuk suatu kepanitian informal (secara tidak resmi) yang sangat berperan agar dapat menyusun draft rancangan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, yang nantinya akan memuat dasar Negara.

Dengan berdasarkan kesepakatan, dimana pada panitia tersebut mempunyai anggota sembilan orang, yang saat ini dikenal dengan sebutan Panitia Sembilan.

Demikianlah materi pembahasan kali ini mengenai panitia sembilan, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat semua.