17+ Pengertian Puisi Menurut Para Ahli Beserta Ciri-Ciri, Unsur, Jenis dan Struktur

Posted on

Pengertian Puisi – Materi Sebelumnya kita telah membahas mengenai Pengertian Nirmana, Maka kali ini kita akan membahas mengenai Pengertian Puisi Menurut Para ahli Beserta Ciri-Ciri, Unsur, Jenis dan Strukturnya

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

Pengertian Puisi
Pengertian Puisi

Pengertian Puisi – merupakan sebuah sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia dengan menggunakan bahasa yang terikat oleh irama, matra, rima, penyusunan lirik dan baik, serta penuh dengan makna. Sebuah puisi akan mempunyai hasil yang baik bila puisi itu mempunyai makna yang mendalam, dan makna diungkapkan dengan memadatkan segala unsur bahasa. Dalam puisi menggunakan bahasa yang ringkas tapi memiliki mkan yang dalam dan kata kata yang diungkapkan memiliki banyak arti.

Di atas adalah pengertian puisi secara umum, untuk mengetahui pengertian Puisi menurut pendapat ahli, simak ulasan berikut ini.

1. Menurut Samuel Taylor Coleridge
Puisi ialah susunan kata-kata yang terindah. Penyair menyusun kata-kata secara baik, Misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya, dan sebagainya.

2. Menurut Carlyle
Puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal. Paran penyair dalam menciptakan puisi itu memikirkan bunyi-bunyi yang merdu seperti musik dalam puisinya, kata-kata disusun begitu rupa hingga yang menonjol adalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik, yaitu dengan mempergunakan orkestra bunyi.

3. Menurut Wordsworth
Yaitu suatu pernyataan perasaan yang imajinatif/angan-angan, yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan.

4. Menurut Dunton
Yaitu merupakan sebuah pemikiran manusia secara konkret dan artistik yang dituangkan dalam bahasa emosional serta berirama.

5. Menurut William Wordsworth
Puisi adalah peluapan yang spontan dari perasaan-perasaan yang penuh daya, memperoleh asalnya dari emosi atau rasa yang dikumpulkan kembali dalam kedamaian.

6. Menurut Putu Arya Tirtawirya
Puisi merupakan ungkapan secara implicit dan samar, dengan makna yang tersirat, dimana kata-katanya condong pada makna konotatif.

7. Menurut Pradopo
Puisi ialah suatu pencuraha jiwa yang di nyatakan dengan aktivitas yang padat, bersifat sugestif dan asosiatif.

8. Menurut Samad Said
Pada hakikatnya puisi adalah satu pernyataan perasaan dan pandangan hidup seorang penyair yang memandang sesuatu peristiwa alam dengan ketajaman perasaannya.

9. Menurut Shahnon Ahmad
Puisi merupakan unsure-unsur berupa emosi, imajinasi, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur baur.

10. Menurut H.B. Jassin
Puisi ialah Ungkapan perasaan yang didalamnya mengandung fikiran-fikiran dan tanggapan-tanggapan.

11. Menurut Waluyo
Yaitu merupakan karya sastra dengan menggunakan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat dan diberi irama dengan bunyi yang dijadikan sati padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif).

12. Menurut Edwin Arlington Robinson
Yaitu merupakan bahasa yang menyampaikan sesuatu yang sulit untuk dinyatakan, tidak kira-kira sama ada puisi itu benar atau sebaliknya.

Baca Juga :  Contoh Teks Eksemplum

13. Menurut Muhammad H. Salleh
Puisi ialah berupa bentuk sastra yang sangat kental dengan music bahasa serta kebijaksanaan penyair dan tradisinya. Dalam segala kekentalan itu, maka pusis setelah dibaca akan menjadikan kita lebih bijaksana.

14. Menurut Menurut Kamus Istilah SastraSudjiman
Puisi ialah sebuah karya sastra yang ragam bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.

15. Menurut Watt-Dunton
Yaitu merupakan ekpresi yang kongkret dan bersifat artistik dari sebuah pemikiran manusia dalam bahasa emosional dan berirama.

16. Menurut Herman J. Waluyo
Puisi merupakan bentuk dari karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan menggunakan/mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya.

17. Menurut John Keats
Puisi merupakan suatu usaha untuk membaca dengan indah dari mengimajinasikan narasi proses pemikiran atau logis. Tidak menyiratkan puisi yang tidak masuk akal atau tidak memiliki narasi.

Ciri-Ciri Puisi Secara Umum

  1. Penulisan puisi dituangkan dalam bentuk bait yang terdiri atas baris-baris, bukan bentuk paragraf seperti pada dialog dan prosa pada naskah drama.
  2. Dalam puisi biasanya menggunakan Diksi yang bersifat kias, padat dan indah.
  3. Penggunaan majas sangat dominan dalam bahasa puisi.
  4. Didalam pemilihan diksinya yang digunakan untuk mempertimbangkan adanya rima dan persajakan.
  5. Pengaturan, alur, dan tokoh dalam puisi tidak perlu begitu ditonjolkan dalam pengungkapan.

Ciri-Ciri Puisi Lama

  1. Anonim atau tidak diketahui siapakah nama pengarang puisi.
  2. Yang kedua terikat pada jumlah baris, diksi, irama, intonasi, rima, dsb.
  3. Memiliki gaya bahasa yang statis/tetap dan klise.
  4. Isinya cenderung fantastis dan istanasentris
  5. Yaitu merupakan sastra lisan, karena disampaikan dan diajarkan dari mulut ke mulut.

Ciri-Ciri Puisi Baru

  1. Nama pengarang puisi diketahui.
  2. Tidak terikat jumlah baris, rima dan irama.
  3. Mempunyai bahasa yang dinamis atau berubah-ubah.
  4. Puisi cenderung bersifat simetris atau memiliki bentuk rapih.
  5. Lebih menggunakan sajak syair atau pola pantun.
  6. Puisi biasanya berbentuk empat seuntai.
  7. Terdiri dari kesatuan sintaksis atau gatra.
  8. Pada tiap gatra terdiri dari 4 sampai 5 suku kata.
  9. Isi puisi tentang kehidupan pada umumnya.

Unsur-Unsur Puisi

Secara sederhana, Puisi mempunyai beberapa unsur, yaitu kata, larik, bait, bunyi dan makna. Kelima unsur-unsur puisi ini saling mempengaruhi keutuhan sebuah puisi.

1. Kata

Unsur utama terbentuknya puisi adalah kata. Pemilihan kata yang tepat sangat menentukan kesatuan dan keutuhan unsur-unsur yang lain.

2. Larik/Baris

Larik atau baris menjadi unsur penting puisi berikutnya. Sebuah larik bisa berupa satu kata saja, bisa berbentuk frase atau bisa pula seperti sebuah kalimat utuh. Didalam pembuatan  puisi lama, yaitu jumlah kata dalam sebuah larik biasanya empat buah. Akan tapi pada puisi baru tak ada batasan.

3. Bait

Bait adalah sebuah kumpulan larik/baris yang tersusun harmonis. Pada bait inilah biasanya ada kesatuan makna. Didalam pembuatan puisi lama, jumlah larik dalam sebuah bait biasanya empat buah. Akan tetapi pada puisi baru tidak dibatasi.

Baca Juga :  Urutan Planet

4. Bunyi

Unsur puisi yang lainnya adalah bunyi. yakni sebuah penyusunan dan pembacaan puisi yang terdiri dari dua faktor, yaitu rima/sajak dan irama/ritme.

Rima (persajakan) merupakan bunyi-bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata dalam larik dan bait.

Irama (ritme) ialah suatu pergantian nada tinggi ke rendah, panjang ke pendek, dan keras ke lembut ucapan bunyi.

5. Makna

Yaitu merupakan sebuah unsur yang mengandung tujuan dari pemilihan kata, pembentukan larik dan bait. Dan juga makna dapat merupakan pesan dan isi dari sebuah puisi tersebut.

Struktur Fisik Puisi

Dapat disebut juga sebagai metode puisi, ialah sarana2 yang digunakan oleh penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. Didalamnya terdapat 6 struktur fisik puisi yaitu topografi, diksi, imaji, kata konkret, gaya bahasa dan rima/irama.

1. Tipografi

Disebut juga perwajahan puisi bisa diartikan bentuk puisi yang sangat dipenuhi dengan kata, tepi kiri kanan dan tidak memiliki pengaturan baris. Pada biasanya pada baris puisi tidak selalu diawali dengan huruf besar (kapital) dan tidak diakhiri dengan tanda titik.

2. Diksi

Yaitu merupakan pemilihan kata2 yang digunakan oleh penyair dalam puisinya. Puisi adalah bentuk karya sastra yang padat dengan sedikit kata-kata sehingga diksi atau pemilihan kata sangat penting dan krusial bagi nilai estetika puisi.

3. Imaji

Yaitu merupakan unsur yang menggunakan terlibatnya indra manusia, seperti imaji penglihatan, imaji suara dan sebagainya.pembagian Imaji terdiri dari tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual) dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil).

4. Kata konkret

Pengertian kata kongkret adalah kata yang memungkinkan terjadinya imaji, Kata konkret bersifat imajinatif sehingga memunculkan imaji, biasanya berhubungan dengan kata kiasan atau lambang.

5. Gaya Bahasa

Pengertian gaya bahasa adalah penggunaan bahasa yang bersifat seolah olah menghidupkan  dan menimbulkan makna konotasi dengan menggunakan bahasa figuratif. Pada puisi, Umumnya memakai gaya bahasa majas seperti retorika, metafora, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, repetisi, anafora, antitesis, klimaks, antiklimaks, satire, paradoks dan lain-lain.

6. Rima/Irama

Yaitu merupakan persamaan nada/bunyi pada sebuah puisi, baik di awal, tengah atau pada akhir baris puisi. Maka ritma ialah tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi.

Demikianlah Materi pembahasan mengenai Pengertian Puisi menurut para ahli kali ini,Semoga Artikel ini dapat Bermanfaat dan menambah pengetahuan serta wawasan kita

Artikel Lainnya: