Stoikiometri

Posted on

Contoh Soal Stoikiometri – Halo sobat semua.! Setelah sebelumnya VContohSoal.co.id telah menerangkan materi tentang Kimia Organik. Maka dipertemuan kali ini akan ContohSoal.co.id terangkan materi tentang stoikiometri, mulai dari pengertian, perhitungan, rumus dan contoh soalnya. Nah penasaran bukan.? Baiklah mari langsung aja kita simak bersama ulasan dibawah ini.

Pengertian Stoikiometri

Stoikiometri

Kata “Stoikiometri” ini berasal dari bahasa Yunani, yakni dari kata “Stoicheion”  yang berarti “unsur” dan juga kata “Metron” yang artinya “mengukur”.

Yang dimaksud Stoikiometri? ialah merupakan salah satu cabang ilmu kimia yang membahas tentang hubungan kuantitatif yang ada antara pereaksi (reaktan) dan sebuah produk (hasil reaksi) dalam suatu reaksi kimia.

Dibalik ilmu kimia Stoikiometri juga dapat disebut dengan matematika . Produk ialah berbagai zat-zat yang dihasilkan dalam suatu reaksi kimia. Reaktan yakni suatu zat yang berpartisipasi dalam suatu reaksi kimia.

Stoikiometri ini juga bergantung pada suatu kenyataan bahwa unsur-unsur dapat berperilaku dengan cara yang dapat diprediksi, dan materi yang tidak dapat diciptakan atau juga dihancurkan.

Dasar Stoikiometri Larutan

Istilah “konsentrasi” larutan ialah menyatakan jumlah zat terlarut yang dilarutkan ke dalam sejumlah tertentu pelarut ataupun sejumlah tertentu larutan. Konsentrasi larutan bisa dinyatakan dalam molaritas. Definisis dari molaritas (M) yakni sebagai jumlah mol zat terlarut per liter larutan

Dasar Stoikiometri Gas Ideal

Volum molar, di definisikan sebagai volum dari 1 mol entitas (atom, ion, molekul, unit formula) dari materi. Satuan dari volume molar ialah L/mol.

Stoikiometri

Jenis – Jenis Stoikiometri

Stoikiometri Reaksi

Stoikiometri tersebut juga sering digunakan untuk dapat menyeimbangkan suatu persamaan kimia yang dapat ditemukan pada stoikiometri reaksi.

Hal tesebut dapat menggambarkan bahwa hubungan kuantitatif antara zat yang disebabkan karena mereka berpartisipasi dalam reaksi kimia.

Stoikiometri Komposisi

Pada stoikiometri ini bisa menerangkan mengenai kuantitatif (massa) suatu hubungan antara berbagai unsur-unsur dalam senyawa.

Baca Juga :  Siklus Carnot

Contoh pada stoikiometri ini yakni dapat menggambarkan (massa) senyawa nitrogen dengan hidrogen yang bergabung dan dapat menjadi amonia kompleks.

Yakni 1 mol nitrogen dan juga 3 mol hidrogen dalam setiap 2 mol amonia. Mol ialah satuan yang dapat digunakan didalam kimia untuk jumlah zat.

Stoikiometri Gas

Pada stoikiometri ini dapat berkaitan dengan salah satu reaksi yang dapat melibatkan gas, yang mana gas tersebut berada pada suatu suhu, tekanan dan juga volume yang dapat dikenal dan juga dapat dianggap suatu gas ideal.

Untuk gas, pada perbandingan volume idealnya tersebut sama saja dengan hukum gas ideal. Namun pada sebuah rasio massa reaksi tunggal tersebut harus dapat dihitung dari massa molekul reaktan serta juga pada suatu produk yang mana massa molekul ialah massa 1(satu) molekul zat.

Hukum gas ideal memiliki persamaan yakni sebagai berikut :

PV = nRT

Keterangan:

P = tekanan (atm)
V = volume gas (liter)
n = jumlah mol (mol)
R=tetapan gas=0,082L.atm/mol.K
T = 0 °C = 273 K

Rasio Stoikiometri

Sejumlah stoikiometri (rasio reagen) atau zat yang ditambahkan ke sistem dalam rangka membuat reaksi kimia ialah jumlah atau rasio di mana, dengan asumsi bahwa hasil dari reaksi selesai dengan dasar sebagai berikut:

  • Tidak ada sisa-sisa residu
  • Semua reagen yang dikonsumsi
  • Tidak ada defisit reagen

Reaksi hanya terjadi pada rasio stoikiometri

terdapat sebuah hukum perbandingan tetap yang bersandar pada Stoikiometri , yakni hukum perbandingan ganda dan kekekalan massa.

Hukum Kekekalan=Memakai hukum fisika seperti hukum kekekalan massa, yang menyatakan massa reaktan sama dengan massa produk.

Agar dapat mengumpulkan informasi tentang jumlah berbagai unsur yang digunakan di dalam reaksi kimia , dan apakah mereka mengambil bentuk gas, padat atau cairan maka dapat menggunakan stoikiometri.

Contoh Soal Stoikiometri

Sebuah senyawa Propana terbakar dengan persamaan reaksi sebagai berikut ini :C3H8+O2⟶H2O+CO2

Jika 200 g propana yang terbakar, maka hitunglah berapa jumlah H2O yang harusnya terbentuk?

Penyelesaian :

Setarakan persamaan reaksinya!

Hitung mol C3H8!
mol=m/Mr->mol= 200g/44g/mol->mol=4.54mol

Hitung rasio H2O:C3H8->4:1

Hitung mol H2O dengan perbandingan contohnya 1
mol H2O :4=molC3H8:1
-> mol H2O:4=4.54mol:1
-> mol H2O=4.54×4=18.18mol

Baca Juga :  Tabel Periodik

Konversi dari mol ke gram.
mol=m/Mr
m=molxMr
m=18.18molx18
m=327.27gram

Nah itulah tadi pembahasan mengenai materi stoikiometri, semoga artikel kali ini dapat menjadi sumber referensi  serta bermanfaat untuk sobat semua.

Pilihan Artikel Lainnya: