Usus 12 Jari

Posted on

Usus 12 Jari – Setelah sebelumnya contohsoal.co.id telah menerangkan materi tentang Fungsi Diafragma Maka dipertemuan kali ini akan contohsoal.co.id sampaikan materi tentang usus 12 jari lengkap beserta pengertian, Enzim, Penyakit, Kosong dan Penyerapannya. Nah untuk lebih jelasnya yuk kita simak ulasannya dibawah ini.

Pengertian Usus Dua Belas Jari

Apa yang dimaksud dengan Usus dua belas jari? yakni merupakan suatu bagian dari usus halus yang berada setelah lambung dan terhubunh langsung ke usus kosong yang mempunyai panjang berkisar 25 hingg 38cm.

Pada usus dua belas jari yakni merupakan suatu bagian terkecil dari usus halus, diawali dengan bulbo dan berhenti pada ligamentum Treitz.

Dan Usus dua belas jari merupakan suatu jaringan sel retroperitoneal, yang mana dari keseluruhannya tidak terbalut langsung dengan membran peritoneum. Pada usus ini mempunyai pH yang cukup yakni berkisar 9 derajat.

Yang diperoleh dari usus halus yakni sebuah bentuk histologis yang biasnya dikenal juga sebagai kelenjar brunner yang mendapatkan lendir dengan berbentuk seperti basa guna menopang pengisapan dan netralisasi pH makanan.

Berdasarkan dengan penggolongannya yang pada Usus dua belas jari masi dikategorikan sebagai suatu jaringan sel retroperitoneal, sebab dari keseluruhannya tak terikat dengan membran peritoneum.

Namun pada sirkulasi pankreas serta empedu masih mempunyai keterkaitan secara langsung dengan usus halus, lalu getah pankreas berguna dalam mengurai makanan, dan untuk empedu sendiri berguna dalam mengurai dan penghancuran lemak.

Bagian Bagian Usus Dua Belas Jari

Dibawah ini ada 2 bagian yang terdapat pada usus dua belas jari, yakni:

  • Pars Superior

Pada bagian ini, yakni merupakan pars suoerior yang diawali dari belakang pilorus.

Kemudian selanjutnya, pada sirkulasi akan menyimpang ke lateral kanan. Yang mana pada Bbagian itu memiliki panjang yakni 5 cm.

  • Pars Ascendens

Kemudian bagian selanjutnya, yakni pars ascendens mempunyai sifat seperti sirkulasi dengan membesar dan berakhir pada sumber usus kosong.

Ciri Ciri Usus Dua Belas Jari

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya mengenai Usus dua belas jari yakni merupakan suatu bagian yang paling rendah dari usus halus.

Berlangsungnya bisa di awali dari bulbo usus dua belas jari, yang kemudian akan mengarah menuju ligamentum treitz.

Pada jaringan sel itu kerap disebut juga dengan sel retroperitoneal, sebab pada keseluruhan bagiannya tidak tersalut secara menyeluruh dan meluas dengan membran peritoneum.

Fungsi Usus Dua Belas Jari

Dibawah ini merupakan suatu fungsi usus dua belas jari, yakni:

  • Membantu dalam memecahkan makanan
  • Membantu penyerapan makanan
  • Memproduski enzim yang dapa digunakan dalam proses serapan
  • Merupakan suatu sirkulasi ke usus halus
  • Agar dapat menghasilkan mukosa otot
  • Memiliki cairan lendir yang aktif yang berfungsi membantu lajunya dalam pencepatan makanan
  • Membantu penyerapan protein
  • Mebantu dalam penyerapan karbohidrat dan zat gula
  • Mebantu penyedotan asam amino
  • Membantu dalam penyerapan asam lemak
  • Digunakan sebagai sistem imum
  • Difungsikan sebagai lokasi estuari sirkulasi terutama tubuh

Usus Kosong (Jejunum)

Apa yang dimaksud dengan Usus kosong atau disebut juga denga jejunum? yakni merupakan suatu bagian setelah usus halus, yang berada di antara usus dua belas jari denga usus penyerapan atau dikenal dengan ileum. Dalam tubuh manusia pada umumnya memiliki ukuran sekitar satu hingga dua meter.

Baca Juga :  Fungsi Mikrofilamen

Pada ukuran ini merupakan suatu bagian yang paling dari usus kecil, yang mana dengan ukurannya menjadikan sebagian dari keseluruhan panjang usus kecil.

Kemudian pada permukaan yang ada didalam usus kosong ini berbentuk suatu membran mukus dan terdapat jonjot usus didalamnya.

Pergerakan yang ada pada jejunum yang bekerja di dalam rongga perut saat proses pencernaan terjadi.

Namun ada hal yang mesti dipahami bahwa didalam organ manusia terdapat suatu enzim, dan tak terkecuali juga didalam usus kosong.

Pada enzim yang berada didalam usus tersebut berguna dalam membantu proses pencernaan guna menghancurkan makanan menjadi suatu partikel dalam bagian hingga dapat dengan mudah diserap oleh usus.

Adapun pada enzim ini mempunyai peranan yang begitu penting untuk proses pencernaan sebab jika tidak adanya enzim maka pencernaan, usus tidak akan bisa memanfaatkan nutrisi yang terdapat dalam makanan.

Bentuk dari Nutrisi itu sendiri yakni meliputi protein, asam amino, asam lemak, karbohidrat, vitamin air, elektrolit dan juga mineral untuk disalurkan ke seluruh bagian anggota tubuh yang membutuhkan.

Kemudian selanjutnya Peranan enzim lainnya yakni agar dapat mempermudah dalam kelangsungan suatu reaksi kimia yang terjadi.

Sebab adanya Reaksi kimia ini sangat dibutuhkan dalam melindungi kelangsungan hidup suatu organisme, pada breaksi kimia tersebut masih terkait dalam kegiatan kompleks yang ada di dalam tubuh makhluk hidup misalnya dalam proses pertumbuhan, pencernaan, pernafasan, kekebalan tubuh, reproduksi, penyembuhan penyakit dan masih banyak lagi.

Penyakit Radang Usus

Pada gejala radang usus ini kerap menimpa pada semua usia, akan tetapi pada umumnya kerap menimpa pada usia 15-30 tahun.

Adapun penyebab pasti radang usus ini masih belum dapat dipastikan, akan tetapi hal ini diduga dan terkait dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Penyakit yang idkenal dengan inflamasi usus ini juga tersusun dari 2 jenis penyakit, yakni kolitis ulseratif dan Crohn’s disease.

Adapun definisi Kolitis ulseratif sendiri ialah merupakan sebuah peradangan yang sangat parah yang terjadi pada lapisan terdalam usus besar atau kolon, sedangkan definisi dari Crohn’s disease yakni merupakan suatu peradangan yang dapat menyerang di seluruh bagian sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga ke dubur.

Gejala Radang Usus

Pada gejala radang usus ini sangat bervariasi, sebab tergantung pada lokasi peradangan pada saluran pencernaan. Gejala tersebut meliputi:

  • Sakit pada perut /kram perut
  • Perut kembung
  • Diare
  • Berkurangnya selera makan
  • Turunnya Berat badan
  • BAB berdarah (hematochezia)

Namun bukan hanya itu saja , akibat lainnya pada peradangan juga dapat timbul di luar sistem pencernaan, misal seperti dikulit, mata, atau sendi (artritis).

Kemudian bagi yang menderita Crohn’s disease, khususnya di area kelamin dapat muncul sariawan atau luka.

Pada saat BAB berdarah juga dapat diakibatkan oleh radang usus yang dapat menimbulkan anemia atau kurang darah, yang menimbulkan keluhan mudah lelah dan pucat.

Penyebab dan Faktor Risiko Radang Usus

Bukan hanya autoimun, namun pada seseorang juga dapat lebih berisiko terjangkit radang usus yang diakibat beberapa hal di bawah ini:

  • Berlebihan dalam merokok.
  • Bermukim di suatu kawasan industri.
  • Kerapa banyak mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).
  • Berusia di bawah 35 tahun.
Baca Juga :  Fungsi Alveolus

Dengan berdasarkan penelitian apabila dilihat dari jenis kelamin, Crohn’s disease pada umumnya lebih banyak dialami oleh kaum wanita, namun sedangkan pada penyakit kolitis ulseratif lebih banyak diderita pria.

Diagnosis Radang Usus

Dengan berdasarkan penetapan pada Radang usus, dokter mengetahui gejala pada penderita, dengan melakukan pemeriksaan fisik, dan melakukan serangkaian penunjang yang meliputi:

  • Pemeriksaan tinja
    Tujuan dari pemeriksaan ini guna mendeteksi adanya infeksi dan darah pada tinja yang tidak bisa dilihat secara kasat mata.
  • Endoskopi dan teropong
  • Adapun tujuan dilakukan guna melihat lapisan rongga usus dengan memakai alat khusus yang sudah dibekali kamera. Kemudian alat tersebut melalui dubur atau mulut
  • Tes darah
    Tujuan dari adanya Tes ini agar dapat mendeteksi benarkah terjangkit infeksi atau anemia.
  • Tes pencitraan
    Pada Gambar hasil Rontgen, USG /CT scan pada perut, dan MRI akan diberlakukan jika dicurigai ada hal lain yang menyebabkan timbulnya gejala.

Pengobatan Radang Usus

Dengan dilakukannya pengobatan ini guna meredakan gejala yang muncul dan mencegah kembalinya gejala tersebut. Agar dapat meredakan gejala yang ringan, maka perlunya suatu perubahan gaya hidup misalnya seperti:

  • Mengubah jenis makanan dan minuman
    Bagi sipenderitaharus dapat menjauhi susu, alkohol, kafein, dan makanan yang dapat menyebabkan adanya keluhan diare. Namun selain itu juga, kurangi mengonsumsi makanan yang mengandung lemak serta perbanyak makanan berserat.
  • Hentikan kebiasaan merokok
    Kebiasaan merokok dapat memperparah peradangan usus, khususnya pada Crohn’s disease.
  • Berolahraga secara rutin
    Dengan rajin berolahraga secara rutin bisa membantu dalam mengembalikan fungsi normal usus dan juga mengurangi stres

Kemudian dalam kondisi yang lebih serius, maka dokter dapat memberikan obat-obatan untuk menekan respon peradangan tersebut:

  • Kortikosteroid
    Pada umumnya bisanya dokter akan lebih dulu memberikan obat agar dapat meredakan peradangan pada saluran pencernaan.
  • Obat imunosupresif
    Adapun fungsi dari obat ini berguna dalam menghambat sistem kekebalan tubuh agar tidak menyerang usus yang dapat menyebabkan peradangan. Contoh obat yang masih sejenis ialah : ciclosporine, methotrexate, ustekinumab, dan infliximab.
  • Obat antibiotik
    Diberikannya obat ini dan digunakan sebagai tambahan pada ketika terjadi infeksi. Obat yang bisa dikonsumsi yakni ciprofloxacin atau metronidazole.
  • Obat antidiare
    Yakni merupakan suat obat yang dipakai guna meredakan diare yakni loperamide.
  • Obat pereda nyeri
    Diberikannya obat ini bertujuan guna mengatasi nyeri perut. Dibawah ini merupakan Contoh obatnya : ibuprofen dan paracetamol.
  • Suplemen zat besi
    Pada obat ini berfungsi dalam adanya kasus pendarahan usus kronis yang bisa menyebabkan anemia defisiensi besi.
  • Suplemen kalsium dan vitamin D
    Diberikannya Suplemen agar sipenderita Crohn’s disease berisiko mengalami osteoporosis.

Demikianalah materi pembahasan kali ini mengenai usus 12 jari, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat semua.

Artikel Lainnya :